Skip to main content

Dear F :)

Bismillah.

This is a letter did I wish to send to you, but I know, I still dont have the courage. I know this letter will remain here if Allah's answered my prayer to be with you . But if not, I hope I have the strength to read it for the last time , and click the delete button.

Dear you,

20th April 2019

Its good to see you again after 3 months of virtual meeting in whatsapp. I cant resist to fell nervous before seeing you . I do miss you. at first, you dont really seeing me even  I gave the sweetest and sincere smile I have. But I know , I have so many things to talk to you .

When we wanna go for lunch ,your action really shocked me. It is when you offer to sit at the behind seat , together with me and Siti. And surely beside me. I dont know what youre trying to show, but its really make feel "something" .

And thanks for the dinner treat.

18th April 2019

Little did you know, how much I put your name in my prayers- day and night -and my tahajud . I send dua' to my junior , to pray for our relationship. May Allah unite us soon in future.

I ask advices from kak Rai regaridng relationship. I told her everything. And she shared many wise advice from her brother.

"Jadilah akhawat tangguh yang tidak mudah kalah hanya kerana perkara-perkara begini"

That will always be my dream.  To be a qawiyy akhawat ever that I can always priorituize DnT in my life.

Late at night, Syara also trying to rationalize me regardingg all the relationship thingy. It is true that girls are really easy to fall in love with men.

21th April.

Its really hard to say goodbye. Because I wanna say goodbye for a quite long time, - till Ramadhan ends. I know I will miss to chat with you badly. But I just know, its not the proper thing for me to do in thay holy month.

I thanked you for all things that he have done for that 2 days. I gave you a book , a bookmark and chocolate milk . You snap a picture and send it to me. Know that, I hope that will be enough for you to not forgetting me.

I told you that my birthday is on the last day of Ramadhan - and im really hope that you will wish me on that day . And i invited you to come to my house during Aidilfitri, and shockedly, you asked for the location. I immediately gave my adress to you - hoping youll come, together with your parents.


Dear you,

Im feeling so attach with you, as I felt very comfortable to share everything with you. I do will miss you - A LOT.

I knew, I might be not the best women that you can meet . Im just an ordinary person. Not really better than anyone. Youve said before - every girls that come later, will always better than before.

And still, Im blaming myself for coming to your life. Youre pious men - at least in my eye. With the 30juz Al Quran in your heart, I know the journey is not easy . And i dont want to be a burden for you.

And i knew, I already have go beyond my boundaries. And I hope I will come back, stronger.

Dear You,

I will miss you. Let us prepare for Ramadhan :)

Comments

Popular posts from this blog

Titik

Bismillah. Baiklah, setelah sekian tidak menulis secara "tertib" , sis coba lah ya. Titik ? Apa sangat lah yang ada pada titik ini ya?  Titik yang aku ingin cuba coretkan di sini ialah tentang titik perubahan aku yang agak besar dalam hidup sejak bergelar "belia" ini.  Ringkasnya, aku mendapat pendidikan agama yang baik sejak kecil. Alhamdulillah. Sekolah menengah di sebuah sekolah yang aku kira agak disegani kehadirannya kerana penglibatan dalam pelbagai bidang. Dan kebanyakan alumni sekolah aku, ada ramai yang menjadi front-front aktivisme di kampus masing-masing. Itu  yang kadang-kadang dari peringkat sekolah hingga ke universiti, selalu sahaja disanjung penduduk-penduduk bumi tarbiyah aku yang kedua itu. Dan aku tidak terlepas untuk dilatih menjadi seorang pemimpin dalam kalangan pelajar . Dan mungkin sahaja perjalanan hidup aku sudah dicatur secara perlahan-lahan oleh senior-senior yang membawa usrah aku dulu. Mungkin sahaja, mereka telah nampak potens...

Lalu Apa?

Lalu apa? Ketika aku memikirkan tajuk apa sesuai untuk post kali ini, teringat pula tajuk buku yang bermuka depan-kan gambar HAMKA- Lalu Aku Hidup Untuk Apa? Pertanyaan ini bermula apabila aku mula belajar tasawuf di Pondok Baitul Huda pada Januari 2017. Permulaan tahun baru yang baik, tetapi tetap juga Allah sisipkan sedikit ujian untuk aku pasakkan hati untuk terus berguru dalam menadah ilmu agama. Kisah di pondok moden tersebut, biarlah aku simpan dahulu buat masa ini. Bicara tentang tasawuf, pasti ia sedikit sebanyak berkait dengan hati. Maka, sedang sahaja tajuk RIYAK menjadi perbincangan, aku termuhasabah sendirian.  "Riyak itu syirik kecil, masihkah kita  mahu melakukan amal dengan perasaan riyak ?" Lalu ,aku terimbau medan amal yang telah dan sedang serta akan aku lalui. Terasa, segala amal dahulu, hadafnya cuma inginkan perhatian manusia. Ya, aku suka untuk dikenali. Manusia mana yang tidak suka diiktiraf bukan? Tetapi kenapa saja aku tidakk pasakkan niat ...

Cebisan Ilmu Yang Diabaikan

Bismillah. Dah lama aku pendam. Tapi apakan daya. Nak luah . Tapi khuatir ada hati yang terasa. [Cebisan ilmu yang diabaikan] Maka ilmu itu pergi begitu sahaja.. Rasa nak nangis waktu tulis post ni. Aku seorang pelajar sekolah agama, Ya, sekolah aku memang gah namanya. Namun, tidak diri aku. Aku tidak se-gah nama itu. Saat aku jejak kan kaki keluar dari bumi tarbiyyah pertama itu, satu penyesalan yang menyelubungi diri aku ialah - kenapa aku tak selami ilmu agama dengan sebenarnya-benarnya dahulu ? Kenapa aku kutip ilmu hanya untuk disampaikan kepada orang lain , atau untuk exam, kemudian aku lupa begitu sahaja . Ya. Saat itu amat aku kesali. Aku berhajat untuk mulakan hidup baru di matrik, Ku mohon, -Mudah-mudahan Allah mudahkan urusan aku.  Alhamdulillah, walaupun payah untuk hati aku redha sebab hanya masuk matrik. Tapi aku sedar. ketidak-redha-an itu berpunca dari perasaan  ingin mendapatkan pengiktirafan makhluk Allah bernama manusia. Manusia, tidak pern...