Bismillah. This is a letter did I wish to send to you, but I know, I still dont have the courage. I know this letter will remain here if Allah's answered my prayer to be with you . But if not, I hope I have the strength to read it for the last time , and click the delete button. Dear you, 20th April 2019 Its good to see you again after 3 months of virtual meeting in whatsapp. I cant resist to fell nervous before seeing you . I do miss you. at first, you dont really seeing me even I gave the sweetest and sincere smile I have. But I know , I have so many things to talk to you . When we wanna go for lunch ,your action really shocked me. It is when you offer to sit at the behind seat , together with me and Siti. And surely beside me. I dont know what youre trying to show, but its really make feel "something" . And thanks for the dinner treat. 18th April 2019 Little did you know, how much I put your name in my prayers- day and night -and my tahajud . I send du...
Bismillah. Baiklah, setelah sekian tidak menulis secara "tertib" , sis coba lah ya. Titik ? Apa sangat lah yang ada pada titik ini ya? Titik yang aku ingin cuba coretkan di sini ialah tentang titik perubahan aku yang agak besar dalam hidup sejak bergelar "belia" ini. Ringkasnya, aku mendapat pendidikan agama yang baik sejak kecil. Alhamdulillah. Sekolah menengah di sebuah sekolah yang aku kira agak disegani kehadirannya kerana penglibatan dalam pelbagai bidang. Dan kebanyakan alumni sekolah aku, ada ramai yang menjadi front-front aktivisme di kampus masing-masing. Itu yang kadang-kadang dari peringkat sekolah hingga ke universiti, selalu sahaja disanjung penduduk-penduduk bumi tarbiyah aku yang kedua itu. Dan aku tidak terlepas untuk dilatih menjadi seorang pemimpin dalam kalangan pelajar . Dan mungkin sahaja perjalanan hidup aku sudah dicatur secara perlahan-lahan oleh senior-senior yang membawa usrah aku dulu. Mungkin sahaja, mereka telah nampak potens...